Berpaut Pada Firman & Sabda
Melakari Peribadi dengan As-Sunnah Demi Cinta dan Ubudiyyah kepada ALLAH

myclip:

"Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."

- Asy-Syu’ara 26:62 




“God tests different people with different trials because everyone has a different level of patience. This is a mercy from God because even though everyone has different tests, they all seek a solution to their problems from the same Lord.”

“Life becomes easier when you learn to accept an apology you never got.”
~ Robert Brault (via bl-ossomed)

"Allah knows better"

Takdir aku,
Takdir kau,
Takdir kita,

Allah dah aturkan semuanya.
Allah dah tulis jalan cerita hidup kita.

Mungkin ada yang jalan cerita hidupnya gembira,
atau mungkin sedih, atau mungkin susah.

Tapi,
Allah tak pernah aturkan sesuatu itu dengan sia-sia.
Pasti ada sebabnya, ada hikmahnya.

Kalau awalnya pahit, pasti di akhirnya manis.
Kalau awalnya manis, terusnya pahit, pasti Allah sedang uji.

Jadi, belajar untuk sangka baik dengan Allah.
Tak rugi pun. :)
Sebab Allah lebih tahu.

12022014
10:12 AM

-Repost .

~ (via ukhtyseha)

"Kalau patah hati akan buat kita saling membenci, kenapa Allah benarkan cinta hadir dalam hati?"

"Bencilah, tapi bukan benci orang lain. Bencilah kepada diri sendiri yang meletakkan takdir pada impian, bukan pada Tuhan."

~ Syukri Mohd Ali (Bohemian)

Kata seorang guru :

Apabila kamu bertunang dengan istisyarah dan istikharah, kemudian kamu diuji dengan wanita lain yang dilihat lebih baik, itu tandanya tunangan kamu itu yang terbaik. Ini kerana syaitan sedang mengada-adakan keburukannya agar pernikahan kamu terbatal. Maka, tatkala akad sempurna, hilanglah fitnah syaitan, bahagialah rumahtanggamu.

Manakala kebiasaan pada perhubungan secara tidak baik, pasangannya akan sentiasa dihias oleh syaitan, lantas dia tidak dapat melihat keburukan pasangannya. Maka, tatkala lafaz akad nikah sempurna, hilanglah hiasan syaitan, maka terdedahlah satu persatu aib, lalu berlakulah penceraian dan sebagainya.

~Jaga Hubungan~

-Ihsan Fadhli-


“Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai. Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita. Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil. Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja. Tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping.”
~ Salim A. Fillah (via fitriarahmaani)